SMP Kristen Ensa: Daerah

Peserta dan Pendamping Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Propinsi di Luwuk

Pendamping : Aditya Ponsedo, S.Pd. Peserta : Nifauzan Sandewa, Arlifni Sialla, Amel Kaiya, Gava Kempa, Regina Dasina

Tim Voli Ball Putera dan Puteri

Foto Bersama Juara 1 Turnamen Voli Tingkat SMP di Tentena

Tim Voli Ball Putri

Foto Bersama Tim Voli Ball Putri Juara 1 Turnamen Bola Voli Tingkat SMP Tahun 2024 dan 2025

Tim Sepakbola Sprinsa

Foto Bersama Pemain dan Pelatih Aldevit Mena, S.Pd

Pemberian Bantuan Laptop Kepada Sekolah Penggerak

Foto Bersama Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan Daerah Bpk. Moh. Ridwan DM., S.Ag

Info Tentang Libur Idul Fitri 1446 H

Revisi Edaran Libur Idul Fitri 1446 H

Ucapan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa

Selamat menjalankan ibadah puasa 1446H

Kegiatan Upacara Bendera

Pelaksanaan Upacara Bendera Dalam Rangka Hari Sumpah Pemuda

Foto Lingkungan Sekolah

Foto Lingkungan Sekolah Depan Kelas 7A dan 7B

Foto Lingkungan Sekolah

Foto Halaman Lingkungan Sekolah

Foto Lingkungan Sekolah

Foto Halaman Lingkungan Sekolah

Foto Lingkungan Sekolah

Foto Halaman Lingkungan Sekolah

Peserta dan Pendamping Perkemahan Pramuka

Perkemahan Pramuka Tingkat Kabupaten Dalam Rangka Hari Baden Powell

Video Lingkungan Kelas Yang Nyaman

Lomba Kebersihan Kelas dan Pojok Baca

Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Maret 2025

𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉. 𝐄𝐬𝐬𝐞𝐫 : 𝐓𝐨𝐤𝐨𝐡 𝐒𝐞𝐣𝐚𝐫𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐧 𝐀𝐡𝐥𝐢 𝐁𝐚𝐡𝐚𝐬𝐚 𝐌𝐨𝐫𝐢 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐞𝐫𝐥𝐮𝐩𝐚𝐤𝐚𝐧

𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉. 𝐄𝐬𝐬𝐞𝐫 : 𝐓𝐨𝐤𝐨𝐡 𝐒𝐞𝐣𝐚𝐫𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐧 𝐀𝐡𝐥𝐢 𝐁𝐚𝐡𝐚𝐬𝐚 𝐌𝐨𝐫𝐢 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐞𝐫𝐥𝐮𝐩𝐚𝐤𝐚𝐧

Samuel Jonathan Esser, lebih dikenal dengan panggilan Tuan Esser, lahir di Kampen, Belanda, pada tanggal 26 April 1900. Ia adalah seorang peneliti dengan latar belakang ilmu sastra dan tata bahasa, yang kemudian ia lanjutkan melalui pendidikan doktoral pada tahun 1922.

Demi mendukung studinya, pada tahun 1923, Esser menulis surat kepada Dr. Adriani di Sulawesi untuk bergabung dengan NBG (Nederlands Bijbelgenootschap atau Lembaga Alkitab Belanda) dan mengerjakan studi bahasa di lapangan, khususnya di wilayah yang dikembangkan oleh Adriani, yakni Midden-Celebes (Sulawesi Tengah).

Setelah Dr. Adriani menyetujui permintaannya, Esser memulai perjalanannya ke Sulawesi Tengah, bekerja bersama Adriani dalam studi bahasa, khususnya bahasa Mori. Di sana, ia akhirnya menikah dengan Anganietje Tawalujan, seorang pemudi Minahasa yang menguasai bahasa Pamona.

Pada tahun 1927, Esser berhasil meraih gelar Doktor dalam bidang bahasa dengan predikat Cum Laude melalui karyanya “Klank- En Vormleer Van Het Morisch” (Teori Bentuk dan Bunyi Bahasa Mori). Kemudian, pada tahun 1933, bersama asistennya Betahia Herman Tumakaka, seorang bangsawan Mori dari strata Bonto, Esser menyelesaikan Jilid II dari bukunya Klank- En Vormleer Van Het Morisch.

Buku Esser “Klank- En Vormleer Van Het Morisch” kemudian menjadi pustaka utama yang digunakan oleh para peneliti bahasa Mori modern dalam menyusun berbagai karya ilmiah. Salah satunya adalah Alm. Bapak Laurentius Lingkua, BA, yang menjadikan tulisan Esser sebagai rujukan dalam buku-bukunya, antara lain:

  1. Wunta Penanido To Kerisituu I Wita Mori (WPM) – Tahun 2008
  2. Elu-Elu Gagi Dotoro – Tahun 2009
  3. Kamus Mori-Indonesia – Tahun 2012
  4. Kata Ganti Bahasa Mori (Pronoun) – Tahun 1969 (diolah kembali tahun 2010)

Selain memberikan kontribusi mendalam bagi tata bahasa Mori, Esser juga menulis beberapa karya lainnya, antara lain:

  1. Kamus Bahasa Bare’e (1928)
  2. Peta Bahasa-Bahasa Nusantara (1931) 
  3. Tata Bahasa Ledo (1934) 
  4. Kamus Ledo-Belanda (1938)

Esser kemudian mendirikan Yayasan Adriani-Kruyt di Manado sebagai wadah untuk mendukung penelitian bahasa dan kebudayaan.

Namun, pandangan politiknya yang konservatif, termasuk penolakannya terhadap pergantian pemerintahan, membuatnya menghadapi kesulitan selama pendudukan Jepang. Esser bersama asistennya, B.H. Tumakaka, akhirnya ditangkap oleh Jepang. Tumakaka dieksekusi mati pada 26 Desember 1942 di Kendari, sementara Esser sendiri mendekam di kamp penjara Jepang hingga akhir hayatnya pada 14 April 1944.

Hingga kini, Esser dikenang sebagai sosok penting dalam bidang bahasa dan penerjemahan Alkitab di Indonesia. Dedikasinya terhadap studi bahasa dan budaya terus memberikan pengaruh bagi generasi selanjutnya.l

Oeh karena itu, bagi saya dan kita semua, penting untuk mengenang dan menghormati Dr. Esser sebagai tokoh berpengaruh dalam kebudayaan, khususnya dalam studi bahasa Mori.


𝐎𝐥𝐞𝐡:

𝐂𝐚𝐭𝐫𝐚 𝐋𝐢𝐭𝐫𝐢𝐚 𝐋𝐢𝐧𝐠𝐤𝐮𝐚

(Dirangkum dari berbagai sumber).

Ket Foto : 

  1. Dr. Esser bersama isterinya 
  2. Sampul dalam buku "Klank- En Vormleer Van Het Morisch" 
  3. Alm. Bapak Laurentius Lingkua, BA

Rabu, 12 Maret 2025

Revisi Edaran Libur Idul Fitri 1446 H

 

Menindaklanjuti Revisi Surat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kab. Morowali Utara Nomor: 800/157/Disdikbud/III/2025 tentang Edaran Pelaksanaan Pembelajaran Selama Bulan Ramadhan 1446 H tertanggal 11 Maret 2025 disampaikan beberapa hal sebagai berikut:



Atas nama Dewan Guru mengucapkan :


Demikian untuk diketahui.


Senin, 01 Januari 2018

Mengenang Kembali Tradisi Tahun Baru Desa Ensa


"Jauh di dusun yang kecil di situ rumahku, lama sudah ku tinggalkan aku rindu,
Tahun-tahun t'lah berganti menambah rinduku, nantikan kedatanganku dusunku".....

Sepenggal lagu Natal membangkitkan rasa rindu untuk kembali merayakan Natal dan Tahun Baru di desa tercinta. Tahun baru adalah salah satu momen yang sangat dinantikan oleh anak-anak. Keceriaan dan semangat anak-anak mengunjungi setiap rumah tanpa terlewati untuk mengucapkan "Selamat Tahun Baru" dengan membawa kantong plastik dengan harapan bahwa kantong plastik tersebut akan terisi kue atau snack berbagai jenis.
Mereka kadang membentuk kelompok yang beranggotakan 3-5 orang. Hal inilah yang coba di bangun kembali oleh beberapa ibu-ibu untuk mengenang keseruan masa kecil mereka.
Bernostalgia dengan masa kecil adalah warna tersendiri yang pernah terjadi di Ensa. Hal ini sangat baik untuk dilanjutkan dalam kebersamaan membangun kembali jalinan silahturahmi satu dengan yang lainnya sebagai satu persaduraan dalam ikatan "Tepo Aso Moroso".



Dari gambar di atas yang diperoleh dari salah satu akun Facebook, tampak keceriaan para ibu-ibu mengenang masa kecil mereka. Tanpa malu sedikitpun mereka membawa tas plastik dengan harapan akan terisi berbagai makanan ringan layaknya anak kecil.
Tradisi ini yang perlu dibangun dan dijaga sehingga akan menarik hati orang-orang Ensa yang ada di luar Desa Ensa untuk kembali bernostalgia mengenang masa kecil.
Terlebih dalam menghadapi Reuni Raya Warga Ensa yang rencananya akan dilaksanakan tahun 2018 atau tahun 2020.
Ini adalah awal yang baik, masihkah kenangan itu akan terulang lagi...?

Rabu, 03 Mei 2017

Pergeseran Jabatan! Inilah Lima Perwira Polres Morowali Yang Dimutasi

Sebagaimana dilansir dari portal berita MERCUSUAR, Sebanyak lima orang perwira dilingkungan Polres Morowali dimutasi. Pergeseran jabatan ini dilakukan untuk kembali menyegarkan pelayanan pimpinan satuan kerja di wilayah hukum setempat.


Mutasi digelar Selasa pagi (2/5/2017) di aula Mapolres Morowali yang diikuti ratusan anggota Bintara maupun Perwira pertama dan juga Perwira Menengah (Pamen) beserta Ketua Cabang Bhayangkari Morowali Ny Yohana Natalia Indharmawan dan sejumlah anggotanya. Bertindak sebagai irup, Kapolres Morowali AKBP Edward Indharmawan Eka Chandra.

Selain pergeseran jabatan lima orang perwira, Polres Morowali kembali kedatangan Pamen baru dari Polda Sulteng untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan pejabat lama. Pergeseran tersebut berdasarkan surat telegram rahasia Kapolda Sulteng yang dikirimkan tanggal 24 April 2017.

Lima orang perwira tersebut di antaranya Kompol Gaspar Nusa, Iptu Rita Aryani, Iptu Wawan Setiawan Sandewa, Iptu Jantje Marthin dan Iptu Deo. Sementara Pamen yang memasuki Satker Polres Morowali Kompol Amry yang juga mantan Perwira Polres Morowali, jabatan terakhir Kasat Binmas.

Kompol Gaspar Nusa di angkat dalam jabatan baru sebagai Kabag Ren Polres Parimo, jabatan sebelumnya Kabag Sumda Polres Morowali, Iptu Rita Aryani diangkat dalam jabatan baru sebagai Pamin 3 Subagrenmin Ditresnarkoba Polda Sulteng.

Kemudian Iptu Wawan Setiawan Sandewa diangkat dalam jabatan baru sebagai Pama Polres setempat, jabatan sebelumnya Kapolsek Mori Atas. Sementara jabatan Kapolsek Mori Atas baru di duduki Iptu Jantje Marthin yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Soyo Jaya. Sedangkan jabatan Kapolsek Soyo Jaya akan di isi Iptu Deo mantan Kasiwas Polres Morowali.

AKBP Edward dalam sambutannya mengatakan pergeseran jabatan dalam otoritas Polri merupakan hal biasa dan wajar untuk kembali menyegarkan pelayanan kepada masyarakat terutama sebagai jenjang untuk meningkatkan karir setiap anggota Bhayangkara sebagai penegak hukum.

Untuk diketahui masyarakat setempat diminta untuk kembali mengenal pejabat baru terutama dua jabatan Kapolsek, agar dalam melakukan aktifitas yang bersentuhan dengan Polri dua Polsek tersebut lebih muda kedepan.

Sedangkan pejabat baru diminta untuk segera menyesuaikan dengan lingkungan barunya, untuk memberikan pelayanan maksimal demi terwujudnya Polisi yang Profesional, Moderen dan Terpercaya (Promoter).

"Selamat jalan dan selamat bertugas ditempat yang baru, terima kasih atas segala kinerja  yang saudara berikan selama menjabat telah banyak membantu tugas-tugas pimpinan. Semoga pengalaman saudara dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas ditempat yang baru" tandasnya. VAN

Sumber : Portal Berita Mercusuar Sulteng

Kamis, 16 Februari 2017

Refreshing Di Akhir Pekan? Kunjungi Dodoha Mosintuwu Tentena


Setelah penat dengan aktivitas dalam seminggu, tentunya kita membutuhkan tempat untuk menenangkan diri dari kesibukan pekerjaan. Banyak pilihan yang bisa dilakukan untuk menenangkan diri dari aktivitas penuh selama seminggu. Salah satunya dengan refreshing di tempat yang teduh, tenang dan jauh dari keramaian kota.


Salah satu tempat yang menawarkan ketenangan dengan panorama alam yang menawan yaitu Dodoha Mosintuwu. Dodoha Mosintuwu terletak di Gang Mosintuwu, No. 1. Yosi, Pamona Pusalembah, Tentena, Kab. Poso Sulawesi Tengah.



Pada umumnya bangunan Dodoha Mosintuwu terbuat dari bambu yang tersusun indah dan rapi dengan kualitas artisitik yang sangat membanggakan. Bahkan tempat duduk terbuat dari bambu hasil kerajinan tangan warga Dulumai.


Bagi anda pecinta kuliner, anda bisa menikmati makanan yang disajikan yang tentunya sesuai dengan menu khas Poso dengan harga yang terjangkau.


Selain itu, para pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan Danau Poso yang merupakan Danau terbesar ke-2 di indonesia. 


Banyak sudut-sudut tempat yang bisa diabadikan sebagai kenang-kenangan atau dengan berfoto bersama keluarga tercinta. Anda juga akan disediakan perahu yang bisa digunakan untuk menyusuri keindahan Danau Poso.


Dalam bangunan Dodoha Mosintuwu juga terdapat Perpustakaan Sophia yang bisa dijadikan salah satu pilihan favorit saat berkunjung ke Dodoha Mosintuwu. Tersedia lebih dari 1000 koleksi buku yang bisa di baca sambil menikmati hembusan angin Danau Poso. 



Dodoha Mosintuwu buka setiap hari Senin sampai Sabtu mulai pukul 10.00 - 17.30 . Khusus untuk hari Sabtu, Dodoha mosintuwu buka lebih lama hingga pukul 20.00.

Jadi tunggu apa lagi. Habiskan liburan akhir pekan anda dengn berkunjung ke Dodoha Mosintuwu.

Senin, 06 Februari 2017

BUPATI MORUT SAKSIKAN PENYERAHAN KUNCI BEDAH RUMAH OLEH KOMANDO RELAWAN MONGA'E


WAWOPADA - Bupati Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah, Aptripel Tumimomor bersama istri, Sabtu malam (4/2/2017), menyaksikan penyerahan kunci rumah hasil bedah rumah yang dilakukan Relawan Monga'e di Desa Wawopada, kec. Lembo. Kunci rumah itu diserahkan Tadulako Monga'e Alwun Lasiwua kepada pemilik rumah nenek Runi.

Sabtu, 04 Februari 2017

Penerimaan Guru Kontrak Daerah Kabupaten Morowali Utara

Guru Kontrak Morowali Utara

Pemerintah Kabupaten Morowali Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan membuka peluang bagi para Lulusan Sarjana Pendidikan jenjang PAUD, SD dan SMP untuk menjadi Guru Kontrak Daerah Kabupaten Morowali Utara.

Jumat, 03 Februari 2017

Paduan Suara Etnik Mori Atas (Jemaat Zoar Ensa) : Pelangkaido Ne'edo


Video Paduan Suara ini diambil ketika Kontingen Mori Atas yang diwakili olej Jemaat Zoar Ensa mengikuti kegiatan Persparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi) Tingkat Kabupaten Morowali Utara di Kolonodale Tahun 2013.